Jumat, 21 Oktober 2016

Sudahkah Anda Boleh Memilih?


      Berikut adalah syarat menjadi pemilih di Pilkades Tmpurharjo 2016 berdasarkan Perda Wonogiri Nomor 17 Tahun 2016.
  1.  penduduk desa yang pada hari pemungutan suara pemilihan Kades sudah berumur 17 tahun atau sudah/pernah menikah ditetapkan sebagai pemilih.
  2. nyata-nyata tidak sedang terganggu jiwa/ingatannya.
  3. tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
  4. berdomisili di desa sekurang-kurangnya 6 bulan sebelum disahkannya daftar pemilih sementara yang dibuktikan dengan KTP atau surat keterangan penduduk.
      Bagi warga Desa Tempurharjo yang merasa telah memenuhi persyaratan diatas, silakan konfirmasi ke Kepala Dusun mengenai nama anda sudah terdaftar sebagai pemilih pada Pilkades 2016 atau belum.

Jadwal Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Tempurharjo 2016

No Kegiatan Pelaksanaan Waktu Normal
1 Pembentukan Panitia Pemilihan Kabupaten dan Tim Pengendali 19-20 Oktober 2016
2 Pembentukan Panitia Pilkades 20-22 Oktober 2016
3 Perencanaan biaya dan pengajuan kepada Bupati 20-24 Oktober 2016
4 Persetujuan biaya pilkades oleh bupati 22-26 Oktober 2016
5 Penyusunan DPS dan Penetapan DPS 22-26 Oktober 2016
6 Pengumuman DPS 27-29 Oktober 2016
7 Pencatatan DPTambahan 31 Okt – 1 Nop 2016
8 Pengumuman DPTambahan 1-3 Nopember 2016
9 Penetapan DPT dan Pengumuman DPT 3-5 Nopember 2016
10 Pengumuman dan pendaftara balon Kades 22 Okt – 1 Nop 2016
11 Penelitian kelengkapan dan keabsahan administrasi 22 Okt – 3 Nop 2016
12 Pengumuman hasil penelitian kelengkapan berkas kepada masyarakat untuk mendapatkan saran 3 Nopember 2016
13 Penerimaan masukan dari masyarkat 4 Nopember 2016
14 Pemberitahuan secara tertulis kepada balon jika ada syaraat yang kurang 5 Nopember 2016
15 Proses tindak lanjut oleh panitia atas masukan masyarakat 5-7 Nopember 2016
16 Kesempatan balon untuk melengkapi berkas 5-10 Nopember 2106
17 Pengumuman panitia pilkades tentang balon yang memenuhi syarat - 11 Nopember 2016 (jika ada 2-5 balon)
- 17 Nopember 2016 jika labih dari 5 balon
18 Persiapan seleksi dan ujian balon (jika lebih dari 5) 11-16 Nopember 2016
19 Penetapan balon Kades dan nomor undian 18 Nopember 2106
20 Pengumuman Calon Kades yang berhak dipilih 19-21 Nopember 2016
21 Pencetakan surat suara dan penyebaran undangan pemilih 19-26 Nopember 2016
22 Sosialisasi tatacara pemungutan suara 22 Nopember 2016
23 Pengarahan Calon Kades 23 Nopember 2016
24 Kampanye 24-26 Nopember 2016
25 Masa tenang 28 Nopember 2016
26 Pemungutan suara dan Perhitungan 29 Nopember 2016
27 Pengaduan masyarakat 30 Nop – 1 Des 2016
28 Pengesahan dan pengangkatan calon kepala desa dengan SK Bupati 4 Januari 2017 (jika tidak ada pengaduan)
16 Januari 2017 (jika ada pengaduan)
29 Pelantikan Kepala Desa 7 Pebruari 2017 (jika tidak ada pengaduan)
18 Pebruari 2017 (jika ada pengaduan)

Kamis, 20 Oktober 2016

Rapat Koordinasi Pembentukan Panitia Pilkades Desa Tempurharjo 2016

Suasana Rapat Koordinasi Pembentukan Panitia Pilkades Sebelum Dimulai (Foto:Su)
      Pada hari Kamis (20/10), telah dilaksanakan rapat koordinasi pembentukan panitia Pilkades 2016. Pada pukul 10.00 WIB PJ Kepala Desa Tempurharjo (Sangga Ota Kharisma, S.STP)membuka sekaligus memberikan sambutan untuk acara ini. Dalam sambutannya, beliau berpesan agar tidak ada money politic. Dengan tidak adanya money politic beliau berharap agar Allah berkenan menurunkan ridlaNya, sehingga Desa Tempurharjo dapat menjadi desa gemah ripah loh jinawi. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari tim pegendali kecamatan. Pada kesempatan ini, tim pengendali kecamatan sekaligus mensosialisasikan apk untuk respon cepat Polres Wonogiri bernama WARpolreswonogiri.

      Setelah sambutan-sambutan selesai, kemudian dilanjutkan pembentukan panitia Pilkades yang dipimpin oleh Ketua BPD. Dalam pembentukan panitia ini, Bapak Mino dari Bokuning Kidul dan Bapak Urip Tukimin terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua Panitia. Adapun yang bertindak sebagai Sekretaris dan Bendahara Panitia adalah Sekretaris dan Bendahara Desa yaitu Bapak Sukadi dan Bapak Sutarno. Dalam Panitia ini terdiri atas Ketua, Wakil, Sekretaris, Bendahara dan enam Seksi. 

      Enam Seksi ini meliputi, Sie Penjaringan dan Penyaringan yang diketuai oleh Bapak Suwanto dengan dua anggota. Sie Pendaftaran Pemilih diketuai oleh Bapak Suroto dengan 9 anggota. Sie Pemilihan dan Perhitungan Suara terdiri dari 12 orang dengan ketua Bapak Ja'far. Sie Dokumentasi terdiri dua orang yaitu Bapak Giman dan Suhari. Sie Perkap terdiri atas 5 orang dan terakhir Sie Keamanan terdiri atas Duapuluh Tim Pertahanan Sipil. Pada akhir pembentukan ini, seluruh panitia terpilih melakukan sumpah yang dipimpin oleh Ketua Panitia Terpilih.

Sumpah Janji Panitia (Foto:Su)

     Setalah sumpah janji, peserta tidak langsung pergi karena dilaksanakan bedah Perbup Wonogiri Nomor 30 Tahun 2106 tentang petunjuk pelaksanaan Perda Wonogiri Nomor 17 Tahun 2016 mengenai Pilkades. Dalam bedah Perbup ini yang menjadi sorotan pembahasan adalah kriteria dan syarat bakal calon Kepala Desa. Setelah itu, acara ini diskors hingga Bapak Camat Eromoko, Kapolsek dan Danramil memberikan pembekalan bagi panitia. Dalam pembekalan tersebut, Bapak Danang Erawanto menekankan agar tidak ada money politic dan agar pilkades dapat terlaksana dengan aman.
Pembekalan dari Camat Eromoko (Foto:Giman)

Rabu, 05 Oktober 2016

Rampal, Makanan Baru di Awal Musim Hujan

Rampal
Binatang ini merupakan binatang yang muncul pada awal musim hujan, sehingga moment anda bisa menikmati makanan olahan dari Rampal ini akan sangat langka. Tidak sedikit masyarakat Desa Tempurharjo yang pada sore hari telah bersiap berburu Rampal atau Brem ini. Di Gunung Kidul binatang ini disebut dengan Putul, binatang ini hanya akan keluar dari lubang persembunyiannya jika adzan maghrib telah berkumandang.
Rampal, (disebut juga Ampal, Putul, Brem)
Ia akan muncul ke permukaan tanah dan hinggap di dedaunan ketika adzan telah berkumandang. Pada saat kemunculan mereka di permukaan inilah yang menjadikan rasa Rampal ini sangat nikmat. Mengapa demikian, karena siklus Rampal pada waktu maghrib adalah waktu berbuka puasa bagi mereka. Mereka akan memutus puasa mereka selama sehari di dalam lubang ketika adzan maghrib berkumandang. Tapi mereka tidak langsung makan, melainkan mereka akan kawin terlebih dahulu. Waktu keluar hingga waktu mereka kawin ini, perut mereka belum terisi makanan (dedaunan) sehingga tidak ada rasa pahit yang ditimbulkan.

Setelah sekitar 15 menit setelah adzan mereka akan menyudahi perkawinan mereka dan akan naik ke daun yang lebih tinggi untuk makan. Mereka akan di atas permukaan hingga menjelang pagi. Pada waktu subuh mereka akan kembali ke tanah dan memulai puasanya kembali.

Olahan Pangan
Binatang ini oleh masyarakat Tempurharjo biasanya di olah sebagai lauk atau camilan. Ada dua rasa yang umumnya digunakan dalam mengolah Brem ini yaitu rasa Asin Original dan Manis Pedas. Bagi yang tidak mau mencari sendiri, biasanya mereka akan membeli kepada pemburu Rampal. Selain makanan ini nikmat, juga kaya akan protein, jadi tidak ada salahnya anda mencoba makanan yang satu ini.

Minggu, 18 September 2016

Parang Janaka


Kalau Jogja punya Kebun Buah Mangunan dengan pemandangan latar belakang aliran sungai Oyo dibawahnya dan hijau perbukitan Gunung Sewu, Maka Wonogiri punya Parang Janaka. Parang Janaka terletak di dusun Bokuning Kidul. Lokasi ini terletak tepat di perbatasan antara Desa Tempurharjo, Kecamatan Eromoko dengan Desa Genukharjo, Kecamatan Wuryantoro serta Desa Eromoko, Kecamatan Eromoko.

Parang Janaka menyuguhkan pemandangan dengan latar belakang Gunung Mur yang juga merupakan bagian dari Gunung Sewu dan bentang alam buatan Waduk Parangjoho yang menjadi batas kontak litologi Formasi Wonosari dan juga Formasi Semilir. Menurut S. Bronto dkk, 2009, dalam Jurnal Geologi Indonesia, Waduk Parangjoho merupakan pusat erupsi gunung api yang sangat eksplosif. Dengan demikian, kalau kita di Parang Janaka, kita sedang berada di tepi sebuah kaldera purba atau kawah purba.

Janaka sendiri merupakan simbolisme feminimitas dalam maskulinitas, artinya ketika maskulin dan feminim bertemu akan menjadikan romantisme yang luar biasa. Nikmati keindahan  dan romantisme yang disuguhkan Parang Janaka dengan datang ke tempat ini. Untuk mencapai tempat ini, kita bisa menuju melalui tiga jalur. Untuk jalur dari arah Solo, sampai di pertigaan Genukharjo ambil kanan, ke arah desa Genukharjo, ikuti terus jalan aspalnya sampai habis, lalu belok kiri pas di batas desa, ikuti terus jalannya dan kita akan sampai disana. Kalau dari arah Praci atau Eromoko, sampai di pertigaan Ngringin, belok kiri ke arah desa Ngunggahan, lalu ikuti jalan cor yang ada sampai ketemu jalan aspal dari Genukharjo dan ikuti petunjuk sebelumnya. Kalau dari arah Jogja via Ponjong, ambil jalan ke arah Tambakromo, dari Tambakromo ikuti jalan menuju Eromoko. Sampai di Tempuran, ambil jalur kiri, menuju dusun Bokuning, dan ikuti jalan menuju ke Wuryantoro.