Senin, 20 Maret 2017

Merintis Pemuda Mandiri, Unit Karang Taruna Muda Bersatu Menanam Sayur

      Minggu Siang (19/03), Sekumpulan pemuda Dusun Guyangan telah berkumpul di sebelah barat rumah mbah Sarno. Pemuda ini tergabung dalam Organisasi Unit Karang Taruna Muda Bersatu. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rencana kegiatan Dana Usaha Unit Karang Taruna Muda Muda Bersatu. Disamping itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memenfaatkan lahan kosong yang ada di sekitar tepi jalan.

Para pemuda sedang menanam cabai di polibag.
      Muda-mudi mulai berkumpul setelah waktu Shalat Dhuhur. Acara ini dimulai dengan membersihkan rumput-rumput yang ada di tepi jalan. Kemudian beberapa pemuda lain membawa tanah, pupuk kandang, dan polibag. Tanah lalu dicampur dengan pupuk kandang dan dimasukkan kedalam polibag. Bibit sayuran kemudian dimasukkan ke dalam polibag yang telah siap.


Beberapa remaja membersihkan rumput untuk area tanam

Setelah penanaman selesai, setiap polibag disiram
      Untuk rencana selanjutnya, Unit karang taruna akan merintis usaha budidaya lele. Dengan demikian, dana yang diperoleh dari usaha-usaha ini dapat digunakan untuk mengadakan kegiatan-kegiatan lainnya tanpa harus membebani dana iuran anggota karang taruna. (Su)

Selasa, 06 Desember 2016

Bupati Wonogiri: Karang Taruna Diharapkan menjadi Pelopor Anti Narkoba dan Peduli HIV/AIDS

      Tim Penggerak PKK Wonogiri bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Wonogiri menyelenggarakan Sarasehan dan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Narkoba dan HIV/AIDS untuk Remaja/Karang Taruna Se-Kabupaten Wonogiri. Acara ini diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri pada Hari Sabtu (03/12). Acara ini merupakan bentuk agenda represif sekaligus untuk menambah wawasan pemuda mengenai HIV/AIDS dan Narkoba. 294 wakil karang taruna dari setiap desa di Wonogiri menjadi peserta pada pertemuan ini. Mereka juga dihimbau agar mampu menjadi duta anti narkoba dan peduli HIV/AIDS di desanya masing-masing.

      Dalam pidato sambutan, Bupati Wonogiri menyampaikan kondisi kekinian mengenai Narkoba dan HIV/AIDS di Wonogiri. Menurutnya, Narkoba dan HIV/AIDS merupakan dua hal yang saling berkaitan. Pengaruh Narkoba dan khususnya HIV/AIDS di Wonogiri, umumnya dibawa dan ditularkan melalui warga yang merantau di kota-kota besar. Tercatat warga Wonogiri yang merantau adalah 20% dari total warga Wonogiri. Oleh karena itu, meskipun Wonogiri berada di ujung Jawa Tengah, namun terdata 252 warga positif HIV di tahun 2015. Bupati Wonogiri, Joko Sutopo berharap, agar karang taruna turut aktif dalam pencegahan peredaran Narkoba dan berpartisipasi peduli HIV/AIDS. Sejauh ini, Karang Taruna belum berkontribusi dalam hal pemberantasan narkoba dan HIV/AIDS tutur Bupati yang kerap dipanggil Mas Jekek itu.

      Sosialisasi ini berlangsung dua sesi, yaitu sesi materi anti Narkoba dan sesi materi peduli HIV/AIDS. Sesi pertama disampaikan oleh Duo Blankon dari BNK Sukoharjo yaitu Danar dan Tatung. Materi ini disampaikan dengan metode bercerita perjalanan mereka berdua. Danar memulai dengan ceritanya dari seorang mahasiswa, menjadi manajer artis papan atas, menjadi manajer diskotik,  taubatnya setelah bertemu dengan Ust. Islamiyanto dibulan Ramadhan, hingga perjalanannya menjadi penyuluh anti narkoba. Sedangkan Tatung merupakan sahabat Danar dari pertemuan mereka di diskotik. Tatung mengatakan bahwa ia  menggunakan narkoba sejak SMA hingga ia bertemu pendeta dan menjadi guru BK serta penyuluh anti narkoba.

     Sesi kedua disapaikan oleh Ketua KPA, Ige Budiyarto. Beliau menyampaikan mengenai penularan dan penanggulangan HIV/AIDS. Beliau berharap agar anggota karang taruna mau memberi penjelasan mengenai HIV/AIDS di masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar ODHA tidak dikucilkan dimasyarakat dan agar mereka mendapatkan pengobatan yang optimal. Beliau juga berharap agar tiap desa nantinya mau mencanangkan kelompok Warga Peduli AIDS.

Selasa, 29 November 2016

Hasil Perhitungan Surat Suara Pilkades Tempurharjo

      Waktu perhitungan surat suara tepat dimulai pada pukul 14.00 WIB hari Selasa (29/30). Perhitungan suara dilakukan oleh panitia pemilihan dihadapan para calon, saksi, serta masyarakat Desa Tempurharjo. Selama proses penghitungan suara, untuk menjaga keamanan dan suasana yang kondusif sejumlah hansip berjaga dengan pengawasan TNI dan Polri.

      Perhitungan surat suara dilaksanakan secara urut per-ruangan. Kotak suara yang dibuka pertama kali pada pukul 14.00 WIB dari Ruang 1, yaitu kotak suara untuk dusun Tukluk, Guyangan, Ngargosari, dan Kragilan. Ada 3 calon yang memilih di Ruang 1 ini yaitu, Bambang, Eka, dan Katno. Hasil perhitungan surat suara dari Ruang 1 dipimpin oleh Katno dengan 278 Suara disusul oleh Eka dengan 192 Suara. Dan secara berurutan Bambang, Ngatimin, dan Madi memperoleh 169, 10, dan 3 suara. Dan terakhir tidak sah 4 suara.
 
       Kotak dari ruang 2 dibuka pada pukul 15.15 WIB. Dengan total suara pemilih 697. Diruang ini, Ngatimin dan Madi memilih. Hasil perhitungan suara dari kotak ruang 2 dipimpin oleh Eka dengan 294 suara disusul oleh Ngatimin dengan 181 suara. Katno, Madi, dan Bambang secara berurutan 131, 54, dan 36 suara serta 1 surat suara rusak.

      Kotak 3 dibuka pada pukul 16.45 WIB dan berakhir pada 17.45 WIB. Suara terbanyak diperoleh oleh Eka dengan 757 suara, kedua Katno dengan 617 suara, ketiga Ngatimin dengan 242 suara, keempat Bambang dengan 230 suara, dan terakhir Madi dengan 60 suara. Surat suara tidak sah berjumlah 7 suara.

      Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, Ketua Panitia, Mino, S.Pd menyatakan diakhir acara bahwa Eka Sri Mulyanto sebagai Kepala Desa Terpilih. Pelantikan rencananya akan dilaksanakan pada 4 Januari mendatang.